Gambar Berita
Basuki Rachmat Kamis, 31 Desember 2020 - 09:39:20 WIB. | 11402

Apa Yang Harus Ketahui Terkait Hand Sanitizers!

JAKARTA-pusat3.litbang.depkes.go.id. Penulis Artikel: Basuki Rachmat & Eva Laelasari. Food and Drug Administration (FDA) telah memberi peringatan pada konsumen dan penyedia layanan kesehatan bahwa terjadi peningkatan produk hand sanitizer  yang mengandung etanol (juga dikenal sebagai etil alkohol). Namun demikian selain mengandung etanol, produk hand sanitizer tersebut juga telah diuji positif mengandung metanol. Metanol, atau alkohol kayu, adalah zat yang bersifat toksik jika terserap melalui kulit atau tertelan dan dapat berakibat fatal.

Metanol bukanlah bahan aktif yang dapat digunakan untuk hand sanitizer karena efek toksiknya. Investigasi FDA terhadap metanol pada hand sanitizer saat ini sedang berlangsung. Orang dewasa dan anak-anak yang menggunakan produk hand sanitizer yang terkontaminasi metanol ditemukan mengalami efek samping kebutaan, tindakan rawat inap, hingga kematian. Selanjutnya agensi akan memberikan informasi tambahan begitu tersedia data lainnya. Konsumen yang terindikasi terpapar hand sanitizer yang mengandung metanol dan mengalami gejala kesehatan harus segera mencari pengobatan untuk menghilangkan efek toksik dari metanol. Paparan metanol dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan permanen pada sistem saraf hingga kematian.

Selama pandemi virus korona FDA telah menemukan beberapa klaim yang salah atau menyesatkan pada label pembersih tangan. Sebelum membeli hand sanitizer perlu diketahui bahwa tidak ada hand sanitizer yang terbukti: 1). Mencegah penyebaran COVID-19; 2) Melindungi Anda dari virus atau bakteri untuk jangka waktu tertentu, seperti 24 jam. Tidak ada pembersih tangan konsumen yang disetujui FDA, sehingga klaim pada pembersih tangan konsumen mana pun tidak dapat dipercaya (1).

Sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir penularan penyakit, World Health Organization(WHO) menghimbau masyarakat untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20-40 detik, terutama sebelum makan atau menyiapkan makanan, sebelum menyentuh wajah , setelah menggunakan kamar kecil, setelah meninggalkan tempat umum, setelah membuang ingus, batuk, atau bersin, setelah menangani topeng , setelah mengganti popok, setelah merawat seseorang yang sakit, dan etelah menyentuh hewan atau hewan peliharaan (2). CDC juga merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air jika memungkinkan karena mencuci tangan dapat mengurangi pajanan semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan.

Jika sabun dan air tidak tersedia, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO merekomendasikan penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen etanol pada durasi pakai yang baik berkisar dari 20-30 detik, dapat membantu menghindari sakit dan menyebarkan kuman kepada orang lain (2,3). Panduan untuk mencuci tangan secara efektif dan penggunaan hand sanitizer di masyarakat dikembangkan berdasarkan data dari sejumlah penelitian berikut ini (4).

Mengapa? Hand sanitizer berbasis alkohol dapat dengan cepat mengurangi jumlah mikroba di tangan dalam beberapa situasi, tetapi tidak efektif menghilangkan semua jenis kuman.  Sabun dan air lebih efektif daripada hand sanitizer untuk menghilangkan beberapa jenis kuman, seperti Cryptosporidium, norovirus, dan Clostridium difficile (5–9). Cara mencuci tangan yang benar, mencakup menggosok tangan dengan sabun, dan mengunakan air bersih selama minimal 20 detik. Mencuci tangan selama 20 detik diperkirakan cukup untuk menjangkau seluruh permukaan kulit tangan, mengingat pada telapak tangan terdapat kerutan, kuku, sela di antara jari, di bawah cincin, dan bekas luka pada jari. Waktu yang efektif memungkinkan sabun untuk membentuk busa yang mengandung molekul surfaktan, dimana surfaktan dapat mengikat dan membawa sisa-sisa bakteri atau virus dengan bantuan air (10). Meskipun hand sanitizer berbahan dasar alkohol dapat menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan sangat efektif ketika digunakan dengan benar (4–13), namun pengguna mungkin tidak menggunakan sanitizer dalam volume yang cukup atau menyeka tangan sebelum kering dengan sendirinya (11).

Mengapa?  Hand sanitizer juga mungkin tidak efektif digunakan ketika tangan dalam kondisi kotor atau berminyak. Banyak penelitian menunjukkan bahwa hand sanitizer bekerja dengan baik dalam pengaturan klinis seperti di rumah sakit, di mana tangan bersentuhan dengan kuman tetapi umumnya tidak sangat kotor atau berminyak (20). Beberapa data juga menunjukkan bahwa hand sanitizer dapat bekerja dengan baik terhadap beberapa jenis kuman pada tangan yang sedikit kotor (17,18). Namun, tangan bisa menjadi sangat berminyak atau kotor, seperti setelah mengolah, berolahraga, bekerja di kebun, atau aktivitas lainnya. Ketika tangan sangat kotor atau berminyak, hand sanitizer mungkin tidak berfungsi dengan baik (7,12,21). Cuci tangan dengan sabun dan air dianjurkan dalam keadaan seperti itu.

Mengapa?  Hand sanitizer mungkin tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya, seperti pestisida dan logam berat dari tangan. Meskipun beberapa penelitian telah dilakukan, hand sanitizer mungkin tidak dapat menghilangkan atau menonaktifkan banyak jenis bahan kimia berbahaya. Dalam sebuah penelitian, orang yang melaporkan menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan telah meningkatkan kadar pestisida di tubuh mereka (22). Jika tangan menyentuh bahan kimia berbahaya seperti pestisida, cuci tangan dengan hati-hati dengan sabun dan air.

Mengapa?  Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Banyak penelitian telah menemukan bahwa sanitizer dengan konsentrasi alkohol antara 60-95% lebih efektif dalam membunuh kuman dibandingkan yang memiliki konsentrasi alkohol lebih rendah atau hand sanitizer berbasis non-alkohol (20,23). Hand sanitizer tanpa alkohol 60-95%: 1) mungkin tidak efektif untuk banyak jenis kuman; 2) hanya mengurangi pertumbuhan kuman, namun tidak membunuh kuman secara langsung.

Mengapa? Saat menggunakan hand sanitizer, oleskan produk ke satu telapak tangan (baca label untuk mengetahui jumlah yang benar) dan gosokkan produk ke seluruh permukaan tangan sampai tangan kering.  Langkah-langkah untuk menggunakan hand sanitizer didasarkan pada prosedur sederhana yang direkomendasikan oleh CDC (3). Menutupi semua permukaan kedua tangan dengan hand sanitizer telah terbukti sama efektifnya dengan menggosok-gosokkan hand sanitizer pada kedua telapak tangan (24).

Mengapa?  Menelan hand sanitizer berbasis alkohol dapat menyebabkan keracunan. Hand sanitizer berbasis etil alkohol (etanol) aman bila digunakan sesuai petunjuk (25), tetapi dapat menyebabkan keracunan alkohol jika seseorang menelan lebih dari beberapa suap (26). Selama periode 2011 - 2015, pusat pengendalian racun AS telah menerima hampir 85.000 laporan tentang paparan hand sanitizer pada anak-anak (27). Anak-anak kemungkinan menelan hand sanitizer dengan aroma wangi, berwarna cerah, atau dikemas secara menarik. Hand sanitizer harus disimpan jauh dari jangkauan anak-anak dan harus digunakan dengan pengawasan orang dewasa. Tutup kemasan juga harus didisain agar tidak mudah dibuka oleh anak-anak.

Referensi

1. FDA. Is Your Hand Sanitizer on FDA’s List of Products You Should Not Use? [Internet]. 2020. p. 1–1. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/your-hand-sanitizer-fdas-list-products-you-should-not-use;

2. World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care. World Alliance for Patient Safety. World Heal Organ Press. 2009;

3. Boyce JM, Pittet D. Guideline for Hand Hygiene in Health-Care Settings: Recommendations of the Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee and the HICPAC/SHEA/APIC/IDSA Hand Hygiene Task Force. Infect Control Hosp Epidemiol. 2002;

4. CDC. Show Me the Science – When & How to Use Hand Sanitizer in Community Settings [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. p. 1–1. Available from: https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-hand-sanitizer.html

5. Barbee SL, Weber DJ, Sobsey MD, Rutala WA. Inactivation of Cryptosporidium parvum oocyst infectivity by disinfection and sterilization processes. Gastrointest Endosc. 1999;

6. Blaney DD, Daly ER, Kirkland KB, Tongren JE, Kelso PT, Talbot EA. Use of alcohol-based hand sanitizers as a risk factor for norovirus outbreaks in long-term care facilities in northern New England: December 2006 to March 2007. Am J Infect Control. 2011;

7. Charbonneau DL, Ponte JM, Kochanowski BA. A method of assessing the efficacy of hand sanitizers: Use of real soil encountered in the food service industry. J Food Prot. 2000;

8. Grayson ML, Melvani S, Druce J, Barr IG, Ballard SA, Johnson PDR, et al. Efficacy of soap and water and alcohol-based hand-rub preparations against live H1N1 influenza virus on the hands of human volunteers. Clin Infect Dis. 2009;

9. Oughton MT, Loo VG, Dendukuri N, Fenn S, Libman MD.  Hand Hygiene with Soap and Water Is Superior to Alcohol Rub and Antiseptic Wipes for Removal of Clostridium difficile. Infect Control Hosp Epidemiol. 2009;

10. Sondari TR, Rachmat B, et al. Assessment of Facilities, Knowledge and Counseling on Handwashing of Elementary School Students in the District of North Bogor. J Ecophysiol Occup Heal. 2020;

11. Stebbins S, Cummings DAT, Stark JH, Vukotich C, Mitruka K, Thompson W, et al. Reduction in the incidence of influenza A but not influenza B associated with use of hand sanitizer and cough hygiene in schools: A randomized controlled trial. Pediatr Infect Dis J. 2011;

12. Edmonds SL, Mann J, McCormack RR, MacInga DR, Fricker CM, Arbogast JW, et al. SaniTwice: A novel approach to hand hygiene for reducing bacterial contamination on hands when soap and water are unavailable. J Food Prot. 2010;

13. Kramer A, Galabov AS, Sattar SA, Döhner L, Pivert A, Payan C, et al. Virucidal activity of a new hand disinfectant with reduced ethanol content: Comparison with other alcohol-based formulations. J Hosp Infect. 2006;

14. Sandora TJ, Taveras EM, Shih MC, Resnick EA, Lee GM, Ross-Degnan D, et al. A randomized, controlled trial of a multifaceted intervention including alcohol-based hand sanitizer and hand-hygiene education to reduce illness transmission in the home. Pediatrics. 2005;

15. CDC. Antimicrobial Spectrum and Characteristics of Hand-Hygiene Antiseptic Agents [Internet]. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2002. p. 51(RR16):45. Available from: https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5116a2.htm;

16. Hammond B, Ali Y, Fendler E, Dolan M, Donovan S. Effect of hand sanitizer use on elementary school absenteeism. Am J Infect Control. 2000;

17. Hübner NO, Hübner C, Wodny M, Kampf G, Kramer A. Effectiveness of alcohol-based hand disinfectants in a public administration: Impact on health and work performance related to acute respiratory symptoms and diarrhoea. BMC Infect Dis. 2010;

18. Pickering AJ, Boehm AB, Mwanjali M, Davis J. Efficacy of waterless hand hygiene compared with handwashing with soap: A field study in Dar es Salaam, Tanzania. Am J Trop Med Hyg. 2010;

19. Lee GM, Salomon JA, Friedman JF, Hibberd PL, Ross-Degnan D, Zasloff E, et al. Illness transmission in the home: A possible role for alcohol-based hand gels. Pediatrics. 2005;

20. Todd ECD, Michaels BS, Holah J, Smith D, Greig JD, Bartleson CA. Outbreaks where food workers have been implicated in the spread of foodborne disease. Part 10. Alcohol-based antiseptics for hand disinfection and a comparison of their effectiveness with soaps. Journal of Food Protection. 2010.

21. Kampf G, Marschall S, Eggerstedt S, Ostermeyer C. Efficacy of ethanol-based hand foams using clinically relevant amounts: A cross-over controlled study among healthy volunteers. BMC Infect Dis. 2010;

22. Coronado GD, Holte SE, Vigoren EM, Griffith WC, Barr DB, Faustman EM, et al. Do workplace and home protective practices protect farm workers? findings from the “For Healthy Kids” study. J Occup Environ Med. 2012;

23. Kampf G, Kramer A. Epidemiologic background of hand hygiene and evaluation of the most important agents for scrubs and rubs. Clinical Microbiology Reviews. 2004.

24. Kampf G, Reichel M, Feil Y, Eggerstedt S, Kaulfers PM. Influence of rub-in technique on required application time and hand coverage in hygienic hand disinfection. BMC Infect Dis. 2008;

25. Miller MA, Rosin A, Levsky ME, Patel MM, Gregory TJD, Crystal CS. Does the clinical use of ethanol-based hand sanitizer elevate blood alcohol levels? A prospective study. Am J Emerg Med. 2006;

26. Rayar P, Ratnapalan S. Pediatric ingestions of house hold products containing ethanol: A review. Clinical Pediatrics. 2013.

27. Gormley NJ, Bronstein AC, Rasimas JJ, Pao M, Wratney AT, Sun J, et al. The rising incidence of intentional ingestion of ethanol-containing hand sanitizers. Crit Care Med. 2012; 


Berita Terkait

  • Peluncuran Buku Profil Ketersediaan Sarana Air, Sanitasi dan Higiene di Puskesmas Tahun 2020

    Selengkapnya
  • Penandatanganan Kerja Sama (PKS) Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat dengan Direktorat Standar Nasional Satuan Ukuran Mekanika Radiasi Biologi BSN

    Selengkapnya
  • Pembahasan Rekomendasi Kebijakan Hasil Litbangkes oleh Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

    Selengkapnya
  • Pengukuhan Profesor Riset untuk Dr.Ekowati Rahajeng,SKM,M.Kes dan Sri Irianti,SKM,M.Phil,Ph.D

    Selengkapnya
  • Workshop Enumerator/Training Centre Survei Status Gizi Balita pada masa pandemi COVID-19 dengan Protokol Kesehatan

    Selengkapnya

Cari Informasi di Website Kami

Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jl. Percetakan Negara No. 29, Gd.5 Kotak Pos 1226 Jakarta 10560 Indonesia
(021) 42872392, 4241921

Peta Situs Kontak Kami
Best View Desktop: Google Chrome (1920 x 1080)