Gambar Berita
Yunita Sari Jumat, 21 April 2017 - 09:23:18 WIB. | 1013

Virtual museum merupakan salah satu cara mempromosikan museum dengan teknologi media

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh laporan dari Kepala Bagian Umum, Dokumentasi dan Jejaring yang menjelaskan bahwa tujuan dari forum ini adalah memperkuat koordinasi yang ingin mengetahui dan mengevaluasi kemajuan dan permasalahan di musem masing-masing satker. Diketahui bersama bahwa galeri pada museum di daerah lebih maju daripada galeri yang berada di sekretariat, karena tempatnya yang kurang strategis. Seiring dengan kemajuan teknologi maka tidak hanya fisiktasi yang perlu diperhatikan akan tetapi visitasi pengunjung museum yang dapat mengaksesnya dari web. Museum itu dapat dari bahan dokumen perkembangan penelitian dan fungsi dari museum itu adalah dapat diciptakan dari penelitian-penelitian sebelumnya. Dan peneliti yang selanjutnya dapat inspirasi dari penelitian dari artefak-artefak yang berada di museum.   Bapak Asep Kambali dari Komunitas Historia Indonesia  memaparkan mengenai promosi museum berbasis virtual diantaranya adalah bahwa strategi museum virtual antara lain ada tujuh “P” dalam Mengembangkan Strategi Promosi melalui Sarana Internet, Presence (Menghadirkan informasi dan memamerkan koleksi secara online), Pleasing (Menjadikan enak dipandang dan mudah dipahami), Personalized (Mengkomunikasikannya secara personal), Purchase (Dapat melakukan pembelian dan penjualan secara online - tiket/journal, dan lain lain), Process (Mengintegrasikan sistem penyajian koleksi dengan internet), Partnership(Mengembangkan kemitraan secara luas), Programmable (Mudah menyesuaikan program). Mengelola sosial media dan website sesuai kebutuhan. Enak dipandang dan mudah dipahami. Membuat username untuk akun sosmed yang seragam dan mudahdiingat. Membuat flyer square untuk media sosial. Setiap hari ada konten yang diupload, minimal satu artikel, atau beberapa postingan.Artikel yang singkat, sederhana tapi informatif.Memberikan teguran, menanyakan kabar via sosmed. Melemparkan kuis berhadiah tiket museum, atau buku, atau tiket kegiatan di museum.Head banner yang menarik untuk website. Flyer untuk mendukung artikel.Press release kegiatan diupload ke website di promote di sosmed.Icon-icon sosial media yang unik dan kreatif.Membuat konten video blog (VLOG) yang singkat dan menarik.Membuat konten foto 360 derajat / virtual reality museum. Website Managemen yakni membuat dan mengelola website sesuai kebutuhan. Enak dipandang dan mudah dipahami.Meminta bantuan jasa pembuat website, TAPESTRIX, Membeli domain bersifat lokal, misal .id, .or.id, Membeli hosting, boleh lokal atau luar negeri., Mengisi konten kreatif, atraktif dan dinamis.Mengelola konten (mengisi, mengubah dan menghapus).Menghubungkan dengan sosial media (aktivasi).Melayani keluhan dan pertanyaan dari pelanggan. Melayani pembelian tiket online. Mempromosikan atau menjual sesuatu produk/kegiatan.  


Berita Terkait

  • Intervensi kesehatan dengan paduan aspek budaya lokal untuk mengubah pola perilaku kesehatan di masyarakat

    Selengkapnya
  • Workshop penulisan artikel ilmiah Jurnal Kesehatan Reproduksi (Kespro) dapat mengembangkan teknik penulisan artikel ilmiah peneliti dan mahasiswa

    Selengkapnya
  • Pra rapat kerja puslitbang upaya kesehatan masyarakat 2017 : tingkatkan kinerja dan kebersamaan pegawai

    Selengkapnya
  • Kegiatan rapat bulanan Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat: Sasaran Kerja Pegawai (SKP) di tahun 2016 dan memfasilitasi penyaluran aspirasi dari pegawai

    Selengkapnya
  • Perilaku Berisiko Kesehatan pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia

    Selengkapnya

Cari Informasi di Website Kami

Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jl. Percetakan Negara No. 29, Gd.5 Kotak Pos 1226 Jakarta 10560 Indonesia
(021) 42872392, 4241921

Peta Situs Kontak Kami
Best View Desktop: Google Chrome (1920 x 1080)