Gambar Berita
Yunita Sari Selasa, 06 Maret 2018 - 14:08:25 WIB. | 828

Tim Solid Dan Tangguh dalam Mensukseskan Riskesdas Tahun 2018 Korwil II

Pembukaan Koordinasi Persiapan TC Dan Puldat Riskesdas Tahun 2018 Korwil II pada tanggal 1-2 Maret 2018 di Hotel Santika Depok, Jalan Margonda Raya No. Kav. 88, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok,yang  diawali sambutan dari  Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat  yakni Bapak drg. Agus Suprapto, M.Kes yang menjelaskan tentang kegiatan manajemen riskesdas merupakan bagian penting. Jadi koordinasi sangat diperlukan. Sehingga teman-teman Di bagian administrasi logistik sangat diperlukan. Tentang besaran biaya jika ada yang meminta lebih kita harus kembali ke standar biayanya jadi tidak bisa ditambah kurang atau lebih tanpa ada kejelasannya. Selanjutnya ditekankan oleh orang BPS nya jadi pasti ada cara mudah untuk mencapainya. jadi lokasi yang akan didatangi nanti sebelumnya sudah didatangi oleh tim BPS. Selanjutnya pada hari kedua adalah paparan mengenai Tata Cara Pengecekan Alat Pengukuran Antropometri Dan Pemeriksaan Riskesdas 2018 oleh Bapak Dr.Agus Triwinarto, SKM.,M.Kes (Tim Teknis) dan menjelaskan antara lain pengecekan alat ukur ini sangat penting dilakukan, karena jika sampai salah akan salah menentukan status gizi responden tersebut. Antropometri yang dilakukan adalah :tinggi badan, berat badan, lila, lingkar pinggang, dan tensi darah.Untuk mengukur alat antropometri ini harus dilakukan sebelum alat dibagikan kepada tim enum, jadi tim SAL dan logistik harus bekerja saat barang baru sampai di hotel. Alat ukur yang penting atau harus diperhatikan adalah alat ukur tinggi badan, karena angkanya ada yang berbeda disetiap batangnya. Selain itu alat pengukur lingkar perut dan LILA juga perlu diperhatikan dititik angka 1 cm itu, karena ada beberapa yang angka 1 nya mepet dengan besi pengkait, tetapi ada juga yang tidak. Selebihnya untuk timbangan berat badan dan tensi meter, yang benar-benar perlu diperhatikan adalah penggunaan baterainya, tidak boleh sampai mau habis karena hasil pengukurannya bisa keliru nantinya.Prosedur Praktek Antropometri yakni Setiap calon enumerator wajib melakukan pengukuran antropometri dengan menggunakan subyek Balita dan orang dewasa, Untuk masing-masing kelas akan disediakan sejumlah anak Balita dengan rasio  (1:2 tim) artinya 1 anak Balita untuk 2 Tim (8 orang), Praktek Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan Balita  minimal dilakukan oleh semua peserta sebanyak  1 kali pengukuran oleh semua peserta, Praktek Pengukuran Berat badan, tinggi badan, lingkar perut dan lingkar lengan atas pada    orang dewasa dilakukan oleh semua peserta sebanyak 2 kali pengukuran (secara berpasangan).Khusus calon petugas pengukur akan melakukan pengukuran Tinggi Badan sebanyak 2 kali pengukuran pada 10 orang dewasa (5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan)    


Berita Terkait

  • Kepengurusan Tim Penilai Peneliti Unit (TP2U) Puslitbang Ukesmas

    Selengkapnya
  • Rapat Koordinasi (Rakornis) Korwil II Riset Kesehatan Dasar di Tingkat Provinsi Jawa Barat 2018

    Selengkapnya
  • Penelitian Tuberculosis Inventory Study in Indonesia

    Selengkapnya
  • Pelantikan Ahli Peneliti Utama Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

    Selengkapnya

Cari Informasi di Website Kami

Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jl. Percetakan Negara No. 29, Gd.5 Kotak Pos 1226 Jakarta 10560 Indonesia
(021) 42872392, 4241921

Peta Situs Kontak Kami
Best View Desktop: Google Chrome (1920 x 1080)